<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Catatanfilm</title>
	<atom:link href="http://catatanfilm.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanfilm.com</link>
	<description>Catatanfilm</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 07:46:37 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Review: Modus Anomali (2012) by anonymus</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/04/review-modus-anomali-2012/#comment-61</link>
		<dc:creator>anonymus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 07:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=423#comment-61</guid>
		<description>Ada yang punya jawaban untuk poin 1 dan 2 saya?

untuk poin 4, rasanya sulit untuk saya bisa menerima pemanah crossbow adalah kedua anak yang ayahnya dibunuh oleh karakter Rio. Sedikitpun Joko tidak memberikan &#039;hint&#039; kearah sana. Di tiap scene dimana karakter mereka ditunjukkan, tidak terlihat mereka memiliki keberanian bisa melakukan hal-hal tersebut seperti memanah, membakar peti dll.  Mereka cenderung, sembunyidan menjaga jarak dari karakter Rio. Sebaliknya saat &quot;si pembunuh&quot; &quot;diperlihatkan&quot; mengejar-ngejar karakter Rio, kita medapati karakter yang brutal, (menggedor-gedor pintu, menusuk peti dengan parang etc). Sangat bertolak belakang.

Cerita ini dibangun dengan sangat baik diawal hingga tengah cerita bahkan pada &#039;twist&#039;nya di-akhir. sayangnya, Joko seperti kehabisan akalnya sendiri untuk membuat alibi yang kuat guna menutupi lubang-lubang cerita yang diciptakannya diawal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang punya jawaban untuk poin 1 dan 2 saya?</p>
<p>untuk poin 4, rasanya sulit untuk saya bisa menerima pemanah crossbow adalah kedua anak yang ayahnya dibunuh oleh karakter Rio. Sedikitpun Joko tidak memberikan &#8216;hint&#8217; kearah sana. Di tiap scene dimana karakter mereka ditunjukkan, tidak terlihat mereka memiliki keberanian bisa melakukan hal-hal tersebut seperti memanah, membakar peti dll.  Mereka cenderung, sembunyidan menjaga jarak dari karakter Rio. Sebaliknya saat &#8220;si pembunuh&#8221; &#8220;diperlihatkan&#8221; mengejar-ngejar karakter Rio, kita medapati karakter yang brutal, (menggedor-gedor pintu, menusuk peti dengan parang etc). Sangat bertolak belakang.</p>
<p>Cerita ini dibangun dengan sangat baik diawal hingga tengah cerita bahkan pada &#8216;twist&#8217;nya di-akhir. sayangnya, Joko seperti kehabisan akalnya sendiri untuk membuat alibi yang kuat guna menutupi lubang-lubang cerita yang diciptakannya diawal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: Modus Anomali (2012) by Anggara</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/04/review-modus-anomali-2012/#comment-55</link>
		<dc:creator>Anggara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 12:37:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=423#comment-55</guid>
		<description>Untuk poin 1 dan 2, saya rasa itu hanya bisa dijawab oleh Bang Joko Anwar.
Untuk poin 3, kalau secara logika, IMO ketika seseorang udah tinggal selangkah lagi menuju ajal, pasti bakal nyebutin orang yang dia sayang. Karena kebetulan si Cewek itu lagi ayahnya juga, gak menutup kemungkinan untuk menyebutkan nama ayahnya ketika hampir menuju ajal.
Kalau poin 4, saya tetep konsisten kalo yang ngebawa crossbow dan hampir ngebakar John itu si 2 anak (1 cewek, 1 cowok). Karena efek suntikan yang dipakai John makanya terbentuk halusinasi bahwa 2 anak tersebut merupakan pembunuh.
poin 5, mungkin udah banyak yang bahas jadi gak perlu dibahas lagi.

Overall, memang kayaknya Bang Joko terlalu terfokus sama &#039;mind blowing&#039; nya sampe-sampe ngelupain aspek cerita yang kalo liat 3 film doi sebelumnya jadi yang paling ditinjolin. Tapi, setuju mau bagaimanapun film ini tetap layak tonton. Masih langka genre seperti ini di Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk poin 1 dan 2, saya rasa itu hanya bisa dijawab oleh Bang Joko Anwar.<br />
Untuk poin 3, kalau secara logika, IMO ketika seseorang udah tinggal selangkah lagi menuju ajal, pasti bakal nyebutin orang yang dia sayang. Karena kebetulan si Cewek itu lagi ayahnya juga, gak menutup kemungkinan untuk menyebutkan nama ayahnya ketika hampir menuju ajal.<br />
Kalau poin 4, saya tetep konsisten kalo yang ngebawa crossbow dan hampir ngebakar John itu si 2 anak (1 cewek, 1 cowok). Karena efek suntikan yang dipakai John makanya terbentuk halusinasi bahwa 2 anak tersebut merupakan pembunuh.<br />
poin 5, mungkin udah banyak yang bahas jadi gak perlu dibahas lagi.</p>
<p>Overall, memang kayaknya Bang Joko terlalu terfokus sama &#8216;mind blowing&#8217; nya sampe-sampe ngelupain aspek cerita yang kalo liat 3 film doi sebelumnya jadi yang paling ditinjolin. Tapi, setuju mau bagaimanapun film ini tetap layak tonton. Masih langka genre seperti ini di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: Modus Anomali (2012) by anonymus</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/04/review-modus-anomali-2012/#comment-54</link>
		<dc:creator>anonymus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 09:58:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=423#comment-54</guid>
		<description>Setelah menonton Modus Anomali, banyak kekecewaan yang saya dapatkan. Mungkin karena saya datang ke bioskop dengan ekspektasi tinggi. Banyaknya Plot-holes disana-sini yang mengganjal terasa menyesakkan dada setelah kesimpulan cerita dijelaskan diakhir film.

Jujur, saya merasa dijebak sama film ini. Bukan dijebak dalam arti ceritanya berhasil membuat saya tidak bisa menebak endingnya (itu betul), tapi dijebak karena trailer dan hint-hint dalam film banyak yang sengaja misleading untuk menipu tebakan penonton.

SPOILER WARNING***:

Kekecewaan saya langsung muncul pada saat judul Modus Anomali 
terpampang dilayar menutup film. ada shot-shot di trailer ternyata tidak saya temukan di film. Lihat trailer ini:
http://www.youtube.com/watch?v=77su-ztGhZ0

1. Shot terakhir di trailer ini menunjukkan mata si &quot; pembunuh&quot; , tapi ternyata tidak ada shot tersebut di sepanjang film. Saya jelas merasa ditipu, karena seharusnya trailer itu berisi shot-shot atau adegan-adegan cuplikan dari film. Shot &#039;mata&#039; tersebut adalah bukti kecurangan filmmaker untuk memanipulasi jalan cerita, karena diakhir film sangat jelas digambarkan bahwa selama ini &#039;pembunuh&#039; yang mengejar karakter Rio Dewanto ternyata adalah dirinya sendiri (dan itu jelas bukan mata Rio).

2. Kemudian, kalau karakter Hanah Al-Rasyid adalah istri dari seorang ayah yang dibunuh oleh karakter Rio Dewanto, kenapa suara dari Rio Dewanto yang berbicara saat mengambil karakter Hanah sedang menyisir rambut di depan kaca lewat handycam? suara dan aksen ingrrisnya jelas sekali kalau itu Rio. Apalagi kalau bukan untuk me-mislead penonton supaya berpikir bahwa karakter Rio adalah sang Ayah dari keluarga yang dibunuh.

3. Kemudian, kenapa karakter si anak perempuan sebelum mati dipelukan karakter Rio Dewanto berkata &quot;Daaaddy...&quot; sebelum mati? jelas diakhir cerita karakter Rio bukan Ayahnya. Saya mengerti ini adalah pengalih cerita agar penonton semakin yakin karakter Rio Dewanto adalah Ayah dari anak gadis tadi, tapi sayang sekali sedikit dipaksakan.

4. Lalu selama ini si &quot;pembunuh&quot; dengan baju dokter menenteng crossbow itu hanyalah halusinasi dari kakater Rio? kalau benar halusinasi, bagaimana bisa halusinasi melepas anak panah, melukai dan membakar peti dengan bensin? 

5. Penggunaan bahsa inggris dengan tujuan mendapatkan international exposure sah-sah saja, tapi aksen Rio masih belom sempurna seperti native speakers. Aksen Anak gadis sudah sangat bagus, sayang aktingnya tidak begitu meyakinkan sebagai anak yang kedua orang tuanya dibunuh.

Faktor lain kekurangan film ini adalah Reason Why. Apa alasannya karakter Rio yang jelas Psycho itu melakukan itu semua? untuk apa dia rela mengubur dirinya semalaman,berlari-lari, keringetan, muntah-muntah, untuk apa? 
Menurut saya, sebuah karakter yang memorable adalah dia punya motif atau alasan mendalam kenapa dia melakukan hal yang dilakukannya. Contohnya karakter Norman Bates dalam film &#039;Psycho&#039; karya Alfred Hitchcock. Di akhir cerita dijelaskan kenapa dia bisa menjadi seorang Psycho hingga membunuh orang-orang dengan menggunakan pakaian Ibunya. Penjelasan bahwa Norman adalah anak yang selalu di dikte keras oleh Ibunya, kemudian ia membunuh ibunya sendiri dan mencoba menghapus dosanya dengan berperan sebagai ibunya adalah alasan yang kuat kenapa ia menjadi seorang Psikopat.
Sama halnya dengan film &#039;Saw&#039;, karakter Jigsaw Killer memiliki alasan yang sangat  mendalam. kita menemukan diakhir cerita bahwa si pembunuh adalah orang yang mengidap penyakit kronis sehingga ia membenci orang-orang yang tidak menghargai hidup mereka.
Di dalam film ini tidak ada penjelasan kenapa karakter Rio Dewanto berbuat demikian, tidak ada motif sama sekali. he&#039;s just a plain character with psycho habit and does that just for fun. Alangkah ceteknya.
Saya tadinya  berharap bahwa dia seorang Ayah yang tidak berhasil memiliki keluarga yang bahagia sehingga berusaha menjadi &#039;Ayah&#039; bagi keluarga lain lalu membunuh satu persatu, mungkin dengan begitu ada sedikit makna dibalik ketidakwarasan karakter Rio. Tapi nyatanya dia memiliki keluarga yang baik-baik saja yang selama ini tidak tahu apa yang ia lakukan. Lalu pertanyaannya kembali lagi: what is the reason-why?


Lepas dari banyaknya kejanggalan dan kecurangan storyline yang dibangun Joko, film ini tetap layak tonton. Akting Rio Dewanto musti saya kasih two thumbs up. Dia berhasil membuat penonton relate dengan apa yang karakter-nya rasakan: bingung, kelelahan, takut etc.
Art Direction dari Mas Iwen juga sangat mendukung jalan cerita sekaligus sukses membuat &#039;dunia&#039; yang seakan bukan di Indonesia seperti yang diharapkan Joko. Sound design film ini juga luar biasa membuat mood scene by scene terasa mencekam sehingga bunyi alarm seperti berasal dari penonton di depan saya. Sinematografi Unay juga sangat apik dalam membuat lighting cahaya bulan di hutan belantara pada waktu malam terasa sangat alami. Sayang ada satu shot dimana kamera mengintip ke dalam rumah dan bergerak mundur menampilkan silhouette bentuk kamera  pada dinding kaca. Buat saya hal itu cukup mengganggu ketegangan saat menonton film.

untuk film ini saya kasih nilai 1-10:
Naskah cerita - 4
acting - 9.5 (only for Rio Dewanto)
Music &amp; Sound  - 8
Sinematografi - 7
Art Direction - 8
Penyutradaraan - 8.5</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah menonton Modus Anomali, banyak kekecewaan yang saya dapatkan. Mungkin karena saya datang ke bioskop dengan ekspektasi tinggi. Banyaknya Plot-holes disana-sini yang mengganjal terasa menyesakkan dada setelah kesimpulan cerita dijelaskan diakhir film.</p>
<p>Jujur, saya merasa dijebak sama film ini. Bukan dijebak dalam arti ceritanya berhasil membuat saya tidak bisa menebak endingnya (itu betul), tapi dijebak karena trailer dan hint-hint dalam film banyak yang sengaja misleading untuk menipu tebakan penonton.</p>
<p>SPOILER WARNING***:</p>
<p>Kekecewaan saya langsung muncul pada saat judul Modus Anomali<br />
terpampang dilayar menutup film. ada shot-shot di trailer ternyata tidak saya temukan di film. Lihat trailer ini:<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=77su-ztGhZ0" rel="nofollow">http://www.youtube.com/watch?v=77su-ztGhZ0</a></p>
<p>1. Shot terakhir di trailer ini menunjukkan mata si &#8221; pembunuh&#8221; , tapi ternyata tidak ada shot tersebut di sepanjang film. Saya jelas merasa ditipu, karena seharusnya trailer itu berisi shot-shot atau adegan-adegan cuplikan dari film. Shot &#8216;mata&#8217; tersebut adalah bukti kecurangan filmmaker untuk memanipulasi jalan cerita, karena diakhir film sangat jelas digambarkan bahwa selama ini &#8216;pembunuh&#8217; yang mengejar karakter Rio Dewanto ternyata adalah dirinya sendiri (dan itu jelas bukan mata Rio).</p>
<p>2. Kemudian, kalau karakter Hanah Al-Rasyid adalah istri dari seorang ayah yang dibunuh oleh karakter Rio Dewanto, kenapa suara dari Rio Dewanto yang berbicara saat mengambil karakter Hanah sedang menyisir rambut di depan kaca lewat handycam? suara dan aksen ingrrisnya jelas sekali kalau itu Rio. Apalagi kalau bukan untuk me-mislead penonton supaya berpikir bahwa karakter Rio adalah sang Ayah dari keluarga yang dibunuh.</p>
<p>3. Kemudian, kenapa karakter si anak perempuan sebelum mati dipelukan karakter Rio Dewanto berkata &#8220;Daaaddy&#8230;&#8221; sebelum mati? jelas diakhir cerita karakter Rio bukan Ayahnya. Saya mengerti ini adalah pengalih cerita agar penonton semakin yakin karakter Rio Dewanto adalah Ayah dari anak gadis tadi, tapi sayang sekali sedikit dipaksakan.</p>
<p>4. Lalu selama ini si &#8220;pembunuh&#8221; dengan baju dokter menenteng crossbow itu hanyalah halusinasi dari kakater Rio? kalau benar halusinasi, bagaimana bisa halusinasi melepas anak panah, melukai dan membakar peti dengan bensin? </p>
<p>5. Penggunaan bahsa inggris dengan tujuan mendapatkan international exposure sah-sah saja, tapi aksen Rio masih belom sempurna seperti native speakers. Aksen Anak gadis sudah sangat bagus, sayang aktingnya tidak begitu meyakinkan sebagai anak yang kedua orang tuanya dibunuh.</p>
<p>Faktor lain kekurangan film ini adalah Reason Why. Apa alasannya karakter Rio yang jelas Psycho itu melakukan itu semua? untuk apa dia rela mengubur dirinya semalaman,berlari-lari, keringetan, muntah-muntah, untuk apa?<br />
Menurut saya, sebuah karakter yang memorable adalah dia punya motif atau alasan mendalam kenapa dia melakukan hal yang dilakukannya. Contohnya karakter Norman Bates dalam film &#8216;Psycho&#8217; karya Alfred Hitchcock. Di akhir cerita dijelaskan kenapa dia bisa menjadi seorang Psycho hingga membunuh orang-orang dengan menggunakan pakaian Ibunya. Penjelasan bahwa Norman adalah anak yang selalu di dikte keras oleh Ibunya, kemudian ia membunuh ibunya sendiri dan mencoba menghapus dosanya dengan berperan sebagai ibunya adalah alasan yang kuat kenapa ia menjadi seorang Psikopat.<br />
Sama halnya dengan film &#8216;Saw&#8217;, karakter Jigsaw Killer memiliki alasan yang sangat  mendalam. kita menemukan diakhir cerita bahwa si pembunuh adalah orang yang mengidap penyakit kronis sehingga ia membenci orang-orang yang tidak menghargai hidup mereka.<br />
Di dalam film ini tidak ada penjelasan kenapa karakter Rio Dewanto berbuat demikian, tidak ada motif sama sekali. he&#8217;s just a plain character with psycho habit and does that just for fun. Alangkah ceteknya.<br />
Saya tadinya  berharap bahwa dia seorang Ayah yang tidak berhasil memiliki keluarga yang bahagia sehingga berusaha menjadi &#8216;Ayah&#8217; bagi keluarga lain lalu membunuh satu persatu, mungkin dengan begitu ada sedikit makna dibalik ketidakwarasan karakter Rio. Tapi nyatanya dia memiliki keluarga yang baik-baik saja yang selama ini tidak tahu apa yang ia lakukan. Lalu pertanyaannya kembali lagi: what is the reason-why?</p>
<p>Lepas dari banyaknya kejanggalan dan kecurangan storyline yang dibangun Joko, film ini tetap layak tonton. Akting Rio Dewanto musti saya kasih two thumbs up. Dia berhasil membuat penonton relate dengan apa yang karakter-nya rasakan: bingung, kelelahan, takut etc.<br />
Art Direction dari Mas Iwen juga sangat mendukung jalan cerita sekaligus sukses membuat &#8216;dunia&#8217; yang seakan bukan di Indonesia seperti yang diharapkan Joko. Sound design film ini juga luar biasa membuat mood scene by scene terasa mencekam sehingga bunyi alarm seperti berasal dari penonton di depan saya. Sinematografi Unay juga sangat apik dalam membuat lighting cahaya bulan di hutan belantara pada waktu malam terasa sangat alami. Sayang ada satu shot dimana kamera mengintip ke dalam rumah dan bergerak mundur menampilkan silhouette bentuk kamera  pada dinding kaca. Buat saya hal itu cukup mengganggu ketegangan saat menonton film.</p>
<p>untuk film ini saya kasih nilai 1-10:<br />
Naskah cerita &#8211; 4<br />
acting &#8211; 9.5 (only for Rio Dewanto)<br />
Music &amp; Sound  &#8211; 8<br />
Sinematografi &#8211; 7<br />
Art Direction &#8211; 8<br />
Penyutradaraan &#8211; 8.5</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: Shame (2011) by joker</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/04/review-shame-2011/#comment-44</link>
		<dc:creator>joker</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 05:15:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=381#comment-44</guid>
		<description>entah kenapa gw boring banget gan nonton nih pelem</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>entah kenapa gw boring banget gan nonton nih pelem</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: Hi5teria (2012) by Anggara</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/03/review-hi5teria-2012/#comment-37</link>
		<dc:creator>Anggara</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 12:29:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=362#comment-37</guid>
		<description>Wayang Koelit emang sebenernya bagus, Gan. Tapi horor itu bukan sekedar nakutin, tapi juga harus ada alasan logis dalam ceritanya. Gak bisa tiba-tiba ada ini tiba-tiba ada itu.. Dan itu kelemahan Wayang Koelit, penonton butuh latar belakang cerita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wayang Koelit emang sebenernya bagus, Gan. Tapi horor itu bukan sekedar nakutin, tapi juga harus ada alasan logis dalam ceritanya. Gak bisa tiba-tiba ada ini tiba-tiba ada itu.. Dan itu kelemahan Wayang Koelit, penonton butuh latar belakang cerita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: Hi5teria (2012) by Riyan</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/03/review-hi5teria-2012/#comment-36</link>
		<dc:creator>Riyan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 08:21:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=362#comment-36</guid>
		<description>favorit ane Wayang Koelit gan.. paling terbangun nuansa horornya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>favorit ane Wayang Koelit gan.. paling terbangun nuansa horornya <img src='http://catatanfilm.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BFN 2012: Postcards from the Zoo / Kebun Binatang (2012) by Abdul</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/03/kebun-binatang-2012/#comment-31</link>
		<dc:creator>Abdul</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 04:18:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=331#comment-31</guid>
		<description>apakah shot yg tunjuk lana di kebun binatang dgn lana di rumah pijat berarti kondisi Lana sudah seperti binatang di kebun binatang? yg tidak berada di habitatnya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah shot yg tunjuk lana di kebun binatang dgn lana di rumah pijat berarti kondisi Lana sudah seperti binatang di kebun binatang? yg tidak berada di habitatnya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: The Girl With the Dragon Tattoo (2011) by Anggara</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/02/review-the-girl-with-the-dragoon-tattoo-2011/#comment-26</link>
		<dc:creator>Anggara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 15:31:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=268#comment-26</guid>
		<description>wajar lah ya dapet segitu :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wajar lah ya dapet segitu <img src='http://catatanfilm.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: The Girl With the Dragon Tattoo (2011) by monster™</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2012/02/review-the-girl-with-the-dragoon-tattoo-2011/#comment-25</link>
		<dc:creator>monster™</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 11:23:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=268#comment-25</guid>
		<description>horeeee ratingnya sama kayak ane ni gan. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horeeee ratingnya sama kayak ane ni gan. <img src='http://catatanfilm.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Review: 50/50 (2011) by saoolgfkk</title>
		<link>http://catatanfilm.com/2011/12/review-5050-2011/#comment-17</link>
		<dc:creator>saoolgfkk</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Feb 2012 09:28:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanfilm.com/?p=42#comment-17</guid>
		<description>eaUNR0  &lt;a href=&quot;http://ucnyozmbytte.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;ucnyozmbytte&lt;/a&gt;, [url=http://gdqqrcybwicx.com/]gdqqrcybwicx[/url], [link=http://xemknqszcszr.com/]xemknqszcszr[/link], http://gwuvydhcaoel.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eaUNR0  <a href="http://ucnyozmbytte.com/" rel="nofollow">ucnyozmbytte</a>, [url=http://gdqqrcybwicx.com/]gdqqrcybwicx[/url], [link=http://xemknqszcszr.com/]xemknqszcszr[/link], <a href="http://gwuvydhcaoel.com/" rel="nofollow">http://gwuvydhcaoel.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

