29th Jan2012

Review: The Muppets (2011)

by Anggara

Siapa yang tidak kenal Kermit The Frog, Ms. Piggy dan Frozie Bear. Ya, ketiganya merupakan anggota dari The Muppets. Sebuah perkumpulan untuk para pelakon sandiwara boneka yang awalnya terkenal dalam acara tv berjudul The Muppet. The Muppet sendiri sebetulnya sudah pernah di filmkan pada tahun 1979 oleh sutradara James Frawley dengan judul The Muppets Movie. Memang sekilas tidak ada yang berbeda dengan The Muppets versi tv show, dengan The Muppets versi film tahun 1979 ataupun 2011. Bedanya mungkin jika kita lebih dulu berkenalan di acara tv kemudian sampai diklimaksnya menonton versi layar lebarnya. Melewati sebuah penantian panjang hingga akhirnya di 2011 kembali bertemu. Ya, ini adalah sebuah reuni. Sebuah ajakan reuni yang sudah pasti menyenangkan dari Kermit dan kawan-kawan.
(more…)

29th Jan2012

Review: Bridesmaids (2011)

by Anggara

Bridesmaids bisa dibilang adalah The Hangover versi wanita. Ya, komedi yang terkesan ‘nyeleneh’ dan berani sepanjang film terus terasa, juga tatanan naskah yang boleh dibilang untuk ukurang komedi sudah cukup baik. Disutradarai oleh Paul Freig yang sebelumnya memang sudah cukup sukses dengan beberapa proyek serial televisi komedinya. Tidak terlambat untuk mengatakan Bridesmaids adalah salah satu film komedi terbaik tahun 2011 lalu. Menyuguhkan akting 6 wanita cantik dengan kepribadian dan latar belakang yang beda. Tapi dibalik keberbedaan itu Freig bisa menyulapnya menjadi sebuah guyonan yang tidak biasa dan mudah diingat.
(more…)

28th Jan2012

Review: Hugo (2011)

by Anggara

Martin Scoarsese adalah sutradara yang identik dengan film-film berbau misteri dan thriller, juga terkenal dengan kerja samanya bersama Leonardo DiCaprio yang sudah terbukti sukses di beberapa film. Hugo adalah film yang diadaptasi dari buku berjudul ‘The Invention of Hugo Cabret’ karya Brian Selznick yang sekaligus menjadi film pertama Scoarsese yang ber-genre Adventure-Family. Ya, apapun genre-nya, apapun filmnya Scoarsese selalu bisa menyelipkan ciri khasnya di setiap film yang ia sutradarai. Sutradara yang begitu dicintai para kritikus ini masih tetap memikat mata penontonnya lewat keindah sinematografi yang sesekali dibalut visual effect, serta dibalik itu semua Scoarsese juga selalu mempunyai naskah dan cerita yang begitu cerdas nan jenius.
(more…)

27th Jan2012

Review: The Artist (2011)

by Anggara

Bagi kalian yang setia mengikuti pergerakan award season tahun ini, pasti sudah tidak asing dengan film yang satu ini. Yap, The Artist, film bisu yang mendulang begitu banyak pujian dan penghargaan. Meski hanya menjual film yang hanya terdiri dari dua warna, plus audio yang hanya iringan musik besutan Ludovic Bource, The Artist tetap mampu bersaing dengan film-film berbudget besar. Sebuah kemunduran zaman yang luar biasa. Itulah kalimat yang dapat menjelaskan bagaimana The Artist, bagaimana tidak. Disaat berbagai production house sibuk mengerjakan proyek megah bernilai puluhan juta dollar, The Artist justru hadir dengan mengembalikan film ke esensinya semula yakni bercerita. Memang secara komersial The Artist bukanlah film yang bernilai, tapi secara seni, The Artist adalah sebuah masterpiece.
(more…)

25th Jan2012

The 84th Annual Academy Award: Nominations List

by Anggara

Yak! Akhirnya kita tiba juga dipengumuman pagelaran puncak penghargaan insan perfilman dunia, Academy Award atau lebih akrab dengan sebutan Oscar. Pengumuman yang berlangsung kemarin malam (Waktu Indonesia Barat) ini memang menyisihkan cukup banyak dilema.. Saya pribadi jujur bingung harus menyebut, entah kecewa entah terkejut. The Artist yang sebelumnya diagung-agungkan harus mengakui keunggulan nominasi Hugo dengan selisi 1 nominasi – The Artist: 10 Hugo: 11. Kejutan juga terjadi di area Best Actor, masuknya Damian Bichir dan Gary Oldman, jelas menggusur kandidat yang sebelumnya cukup dijagokan, Leonardo DiCaprio dan Michael Fassbender. Diluar dugaan film animasi kreasi dua sutradara dunia – Steven Spielberg dan Peter Jackson yang sebelumnya menang dalam kategori Best Animated diajang Golden Globes dan Producer Guild of America harus bersedih hati tidak mendengar nama The Adventure of Tintin tidak disebutkan dalam nominasi Best Animated Feature Oscar, ya.. Oscar tahun ini memang tragis, bahkan di arena Best Picture pun diluar dugaan nama Extremely Lound & Incredibly Close masuk dalam list. Untuk lebih lengkap mengenai daftar nominasi Oscar ke-84 langsung cek aja list dibawah ini!
(more…)

23rd Jan2012

Review: The Descendants (2011)

by Anggara

Nama George Clooney memang terbilang cukup beken di tahun 2011 lalu. Mengembalikan semangat lama dengan aktingnya yang khas. Meski hanya bermain di dua film namun terbukti kedua film itu mampu bersaing ditangga box office Hollywood, bahkan mampu bersaing juga diranah penghargaan kelas A. Setelah puas dengan menjadi kandidat orang nomer satu di Amerika dalam aktingnya di The Ides of March. Kini di The Descendants ia harus berkutat dengan peliknya masalah yang dihadapinya, tidak kalah pelik memang dari rumitnya politik Amerika, namun kini kita bisa lebih mudah mengerti dan memahami permasalahan yang Clooney rasakan. Diangkat dari novel berjudul sama karya Kaui Hart Hemmings dan ditulis naskahnya oleh Alexander Payne, Nat Faxon dan Jim Rash. Payne disini juga sekligus duduk dibangku sutradara, duduk untuk kesebelas kalinya di kursi sutradara. Ya, atmosfer keberhasilan Payne dalam film Sideways memang masih terasa.
(more…)

23rd Jan2012

Review: War Horse (2011)

by Anggara

Meraih 2 nominasi Golden Globe (Best Motion Picture – Drama dan Best Scoring) tentu sekilas akan melonjakkan ekspektasi kita. Sedikit menggambarkan bahwa War Horse adalah kisah antara manusia dan kuda yang diiringi latar musik yang sendu. Memang bukan hal baru mengawinkan pribadi manusia dan hewan. Bahkan ini terbilang formula klasik. Tapi tentu akan berbeda jika sutradara sekaliber Steven Spielberg yang melakukannya. Dengan durasi yang relatif panjang kita akan diisi dengan adegan kombinasi sempurna antara perang dan rasa cinta manusia terhadap kuda.
(more…)

23rd Jan2012

Review: Tinker, Tailor, Soldier, Spy (2011)

by Anggara

Diangkat dari novel terkenal buah pikiran seorang sastrawan asal Inggirs, John le Carré, yang tak lama kemudian diangkat juga kedalam serial televisi yang berjudul sama pada tahun 1979. Kedua karya tersebut sama-sama mendulang kesuksesan yang sama besarnya jadi wajar sebuah karya yang sudah melewati dua medium berbeda dan kedua-duanya mendulang kesuksesan kemudian beranjak ke medium ketiga yakni film, banyak orang yang menantikan bahkan berekspektasi tinggi terhadap film besutan Tomas Alfredson ini. Tinker, Tailor, Soldier, Spy Menawarkan kita sebuah perjalanan menuju realita konflik yang luar biasa dan tidak terduga!
(more…)

23rd Jan2012

Review: The Kid with a Bike / Le Gamin au vélo (2011)

by Anggara

Sebuah film yang baik menurut gw adalah film yang bisa mengajak penonton untuk diam dan serius memperhatikan film tersebut, mengubah mood seseorang dari yang tadinya tidak berminat jadi minat. Dan kali ini film asal Belgium, berjudul The Kid With a Bike atau nama nasionalnya Le gamin au vélo sudah berhasil melakukannya, dengan balutan indah akting Thomas Doret sebagai bocah keras kepala serta jalan cerita yang padat dan sulit di tebak besutan Dardenne bersaudara (Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne). TKWaB bercerita tentang Cyril Catoul (Thomas Doret), seorang anak yang selalu ngotot dan keras kepala mencari ayah tercintanya, Guy Catoul (Jérémie Renier). Sebelum meninggalkan Cyril tanpa alasan di panti asuhan, sebelumnya Guy juga menjual sudah sepeda kesayangan Cyril. Dan secara tak di sengaja Cyril mengenal Samantha (Cécile De France) orang yang sudah membeli sepeda Cyril. Setiap akhir pekan Cyril menginap di rumah Samantha hingga akhirnya Samantha menjadi pengasuh Cyril. Kedekatan mereka ini akhirnya menjelaskan Cyril tentang pencarian cinta abadinya selama ini.
(more…)

23rd Jan2012

Review: Warrior (2011)

by Anggara

MMA (Mixed Martial Art) adalah sebuah olah raga yang identik dengan kekerasan, bahkan tak jarang ada saja orang yang sekarat hingga akhirnya mati diatas ring. Tapi bukan berarti sebuah olah raga yang identik dengan kekerasan tidak bisa berakhir dengan melankolis. Warrior adalah salah satu buktinya, sebuah kombinasi kompleks antara kekerasan dengan haru biru yang mengatasnamakan keluarga. Ya, memang entah mengapa sebuah film yang mengangkat tema persaudaraan atau lebih intimnya kekeluargaan akan jauh lebih mudah memikat hati penontonnya, ketimbang film yang menuntut atau memaksa penontonnya untuk bersikap simpatik.
(more…)

Pages:12»